SNIPER86.COM – Pasuruan - Kelurahan Tambaan dan sekitarnya kembali dikepung banjir rob. Fenomena air pasang laut yang merendam pemukiman pesisir ini kini tidak hanya merusak perabotan dan melumpuhkan ekonomi, tetapi telah bergeser menjadi ancaman keselamatan.
Selasa (16 juni 2026).
Bagi warga Tambaan, datangnya banjir rob di pagi atau siang hari masih bisa diantisipasi karena jarak pandang yang jelas. Namun, situasinya berubah mencekam ketika air laut mulai pasang dan masuk ke pemukiman pada malam hari.
Kombinasi antara genangan air, minimnya penerangan, dan munculnya binatang berbisa seperti ular yang berkeliaran di jalan-jalan kampung menciptakan teror tersendiri. Warga mengaku kesulitan memantau pergerakan hewan berbahaya tersebut di dalam air saat gelap.
Dampak buruknya sudah memakan korban. Seorang anak dilaporkan digigit ular saat sedang berjalan menerjang genangan air di jalan kampung.
Peristiwa ini menyulut rasa was-was yang mendalam bagi para orang tua, yang kini harus ekstra ketat menjaga anak-anak mereka agar tidak bermain air di jalan kampung.
Banjir rob ini menghantam langsung urat nadi perekonomian warga. Aktivitas usaha mikro milik masyarakat pesisir di wilayah yg kena dampak, sementara para pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati menerobos genangan air asin yang berisiko merusak kendaraan.
Kondisi jauh lebih memprihatinkan terjadi di dalam rumah-rumah warga. Air laut yang merembes masuk tidak memilih tempat; di salah satu rumah, terdapat warga penderita stroke yang hanya bisa pasrah,Keluarga korban harus berkejaran dengan waktu untuk mengamankan saudaranya yg strok tersebut dari air yang terus meninggi, sekaligus memastikan tidak ada ular atau hewan berbisa yang menyelinap ke dalam kamar tidur.
70 Tahun Tanpa Solusi, Warga desak penanganan nyata. Penderitaan yang dialami oleh masyarakat pesisir Tambaan ini bukanlah cerita baru. Menurut penuturan warga, kondisi mencekam setiap kali air laut pasang ini telah berlangsung selama hampir 70 tahun secara turun-temurun tanpa adanya penanganan yang tuntas.
"Kalau rob datang malam hari, kami sama sekali tidak bisa tidur tenang karena takut ada ular masuk rumah. Kami sudah mengalami ini selama 70 tahun. Kami sangat berharap pemerintah segera memberikan solusi permanen untuk penanggulangan rob ini," ungkap salah seorang warga dengan nada getir.
Masyarakat pesisir tambaan dan sekitatnya kini menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah maupun pusat untuk segera turun tangan membangun infrastruktur penahan rob yang mumpuni, seperti tanggul laut,pleatau normalisasi saluran agar penderitaan menahun ini bisa segera berakhir.*
(irfan)




