• Pencarian

    Copyright © sniper86.com
    Best Viral Premium Blogger Templates


     

    Meriah dan Mendunia, Gemes IX 2026 Angkat Marwah Budaya Melayu dari Kota Medan ke Panggung Internasional

    Senin, 29 Juni 2026, 4:40:00 PM WIB Last Updated 2026-06-29T09:44:10Z

    SNIPER86.COM, Medan – Perhelatan Gelar Melayu Serumpun (Gemes) IX Tahun 2026 berlangsung meriah dan megah di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (27/6/2026) malam. Ribuan masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan pembukaan festival budaya internasional yang menjadi salah satu agenda kebanggaan Pemerintah Kota Medan.

    Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan memainkan alat musik gambus Melayu yang dipadukan dengan tabuhan gendang pakpung. Penampilan pembuka tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

    Gemes IX 2026 diselenggarakan selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juni 2026, dengan menghadirkan delegasi dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea Selatan, hingga Tiongkok. Kehadiran para peserta mancanegara menunjukkan semakin kuatnya posisi Kota Medan sebagai pusat pelestarian dan promosi budaya Melayu di tingkat internasional.


    Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bahwa budaya Melayu bukan sekadar warisan leluhur, melainkan juga menjadi kekuatan diplomasi budaya (soft diplomacy) Indonesia di mata dunia.

    "Tidak banyak negara-negara di luar sana yang memiliki kebudayaan seperti kita. Kami mengharapkan kebudayaan ini bisa menjadi kekuatan kita semuanya, bagian dari soft diplomacy kita, memperkuat bangsa kita melalui kebudayaan," ujar Rico Waas.

    Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk terus bersinergi dengan para tokoh adat, seniman, budayawan, dan Kesultanan Deli agar budaya Melayu tetap lestari dan semakin membumi di Kota Medan.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Batubara, mengatakan Gemes IX merupakan agenda budaya tahunan yang terus berkembang dan mendapat perhatian dari berbagai negara sahabat.

    Menurutnya, selama empat hari pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti dendang Melayu, ethnic fusion instrumental, tari kolosal, peragaan busana Melayu, hingga drama musikal yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri.

    "Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperteguh marwah dan jati diri suku bangsa Melayu melalui kegiatan seni budaya," ujar Odi Batubara.

    Ia menambahkan, Gemes IX juga menjadi wadah mempererat persaudaraan masyarakat serumpun, sekaligus mengenalkan budaya Melayu kepada masyarakat lokal, nasional, hingga internasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Kota Medan melalui promosi produk-produk unggulan khas daerah.

    Keberhasilan penyelenggaraan Gemes IX 2026 menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pariwisata dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya. Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengangkat nama Kota Medan sebagai destinasi wisata budaya yang semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.*(JMD) 
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini