SNIPER86.COM, Deli Serdang - Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia (FORMAPPEL RI) memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran DISDAMKARMAT Kabupaten Deli Serdang, yang bergerak cepat dalam mengevakuasi puluhan warga yang terjebak di wahana bianglala pasar malam di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu malam (11/7/2026).
Insiden yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut menyebabkan wahana permainan berhenti mendadak. Sebanyak 30 orang, terdiri dari 14 anak-anak dan 16 orang dewasa, terjebak di ketinggian dalam suasana penuh kepanikan.
Berkat koordinasi yang sigap antara DISDAMKARMAT Kabupaten Deli Serdang, DISDAMKARMAT Kota Medan, tim Rescue, relawan damkar, serta unsur terkait lainnya, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat.
Ketua Umum FORMAPPEL RI, R. Anggi Syaputra (R Anggi Teamsniper), menyampaikan penghargaan atas profesionalisme dan keberanian para petugas yang mengutamakan keselamatan masyarakat di tengah situasi darurat.
"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel DISDAMKARMAT Kabupaten Deli Serdang yang telah menunjukkan respons cepat, keberanian, dan dedikasi luar biasa dalam menyelamatkan masyarakat. Sinergi dengan DISDAMKARMAT Kota Medan yang mengerahkan skylift juga patut diapresiasi sebagai bentuk kerja sama lintas daerah yang mengedepankan keselamatan warga," ujar R. Anggi Teamsniper.
Menurutnya, keberhasilan penyelamatan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan aparat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa saat terjadi keadaan darurat.
Meski demikian, FORMAPPEL RI juga meminta agar insiden ini dijadikan bahan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan seluruh wahana permainan yang beroperasi di wilayah Deli Serdang.
"Kami mengapresiasi proses penyelamatannya, namun di sisi lain kejadian ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pengelola wahana permainan. Pemeriksaan kelayakan teknis, instalasi kelistrikan, hingga sistem keselamatan harus dilakukan secara berkala agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Keselamatan masyarakat tidak boleh dikompromikan," tegasnya.
Dalam kejadian tersebut, dua orang dari pihak pengelola mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis dari tim PSC 119.
FORMAPPEL RI berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional, perizinan, serta sistem pengawasan wahana permainan, sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan dengan rasa aman dan nyaman.
"Kesigapan petugas patut menjadi contoh, namun pencegahan tetap merupakan langkah terbaik. Keselamatan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama," tutup R. Anggi Team Sniper.*(Tim)




