SNIPER86.COM, Tanjab Barat - Pelaksanaan proyek rehabilitasi jembatan, yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran berjalan di Desa Teluk Sialang, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menjadi sorotan tajam masyarakat.
Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp.148.040.000 ini dinilai memerlukan pengawasan ketat, terkait kualitas hasil kerja dan kesesuaian volume pekerjaan di lapangan.
Berdasarkan pantauan media, Minggu 5 Juli 2026, jembatan beton yang berada di RT.06 Dusun PH Baslan direncanakan memiliki panjang 23,50 meter dan lebar 2,50 meter, dikelola langsung oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) setempat.
Namun, hasil pengamatan di lokasi menunjukkan, pekerjaan yang baru dilakukan sebatas perbaikan dan penambahan struktur pada sisi kanan dan kiri jembatan saja. Bagian tengah jembatan diklaim masih menggunakan struktur lama yang sudah ada sebelumnya.
Kondisi ini memicu pertanyaan mendasar di kalangan warga: apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan perencanaan teknis yang disetujui? Apakah penggunaan dana sebesar itu setara dengan hasil yang terlihat di lapangan?.
Menanggapi kekhawatiran dan temuan tersebut, media melakukan konfirmasi ke Inspektorat Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai lembaga pengawas internal pemerintah. Namun, jawaban yang disampaikan justru menimbulkan pertanyaan baru terkait efektivitas pengawasan.
Auditor Inspektorat, Heri Cahyono, menyatakan pihaknya belum dapat turun melakukan pemeriksaan ke lokasi. "Sampai saat ini belum ada perintah resmi dari pimpinan. Oleh sebab itu, kami belum bisa melaksanakan peninjauan atau pemeriksaan pekerjaan jembatan tersebut," ujarnya.
Pengakuan ini menegaskan adanya keterlambatan tindak lanjut dari lembaga pengawas, padahal proyek yang menggunakan uang rakyat ini telah berjalan dan menjadi perhatian publik.
Masyarakat pun berharap, agar proses pengawasan segera dilakukan secara transparan, sehingga kejelasan terkait kualitas pekerjaan dan kesesuaian anggaran dapat segera diketahui.*(Deni)




