SNIPER86.COM, Tanjab Barat – Pekerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas di SD Negeri 040 yang berlokasi di Parit Lapis Sungai Raya, Dusun Karya Usaha, RT 09, Desa Teluk Pulai Raya, Kecamatan Seberang Kota, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), kembali menjadi sorotan.
Proyek rehabilitasi yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2025 tersebut diketahui mencakup empat ruang kelas. Kondisi pekerjaan yang disebut masih menyisakan debu di area sekolah menjadi perhatian, terutama karena fasilitas tersebut diperuntukkan bagi kenyamanan proses belajar mengajar para siswa.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. Assek, S.E., dari Partai Gerindra, menyatakan akan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi proyek tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media di ruang Komisi I DPRD Tanjab Barat, Jumat (21/8/2026), H. Assek menegaskan, bahwa apabila kondisi pekerjaan di lapangan memang menimbulkan persoalan, pihak kontraktor harus bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan yang telah dianggarkan dan disahkan pemerintah daerah.
"Kalau memang benar proyek rehabilitasi tersebut masih menimbulkan debu, kontraktor harus bertanggung jawab. Anggaran yang kita sahkan itu untuk kepentingan sekolah, agar anak-anak didik nyaman belajar. Kalau kondisinya berdebu, bagaimana mereka bisa nyaman belajar," ujar H. Assek.
Menurutnya, pembangunan maupun rehabilitasi sarana pendidikan harus benar-benar memperhatikan kualitas pekerjaan serta dampaknya terhadap aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Ia pun memastikan, Komisi I DPRD Tanjab Barat akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna melihat kondisi sebenarnya dan mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai pekerjaan tersebut.
"Kita akan turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi proyek rehabilitasi SD Negeri 040," tegasnya.
Diketahui, proyek rehabilitasi sedang-berat ruang kelas SD Negeri 040 tersebut disebut bersumber dari APBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pekerjaan proyek dilaksanakan oleh CV Indo Perkasa Konstruksi, sedangkan konsultan pengawas disebut CV Alther Group.
Dengan adanya rencana peninjauan langsung dari Komisi I DPRD Tanjab Barat, kondisi pekerjaan proyek tersebut diharapkan dapat diketahui secara objektif, sekaligus memastikan penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan fasilitas pendidikan dan kenyamanan siswa.*(Deni)




